|
This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace thes e every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Kamis, 05 November 2015
2:01:00 AM
Unknown
موقع أدب (adab.com)
Kira-kira inti dan maksud
puisi ini yaitu menjelaskan bahwa keputusan untuk berpisah itu perlu jika sudah
tidak ada kecocokan dalam berumah tangga. Kalau dilihat dari judulnya, pengarang
ingin memberi kesan jika sudah memutuskan untuk berpisah, kita semestinya
berhusnudzon atau berbaik sangka. Dengan perpisahan itu banyak hikmah yang
nantinya bisa didapat.
Minggu, 22 Februari 2015
Senin, 16 Februari 2015
12:24:00 AM
Unknown
بسم الله الرحمن الرحيم
أخو العلم حي خالد بعد موته و أوصاله تحت التراب رميم و ذو الجهل ميت و هو ماش على الثرى يظن من الأحياء و هو عديم
"Orang yang berilmu akan selamanya hidup dan kekal walau sesampainya ia di tanah yang meremukkan. Dan orang yang bodoh mati sedang ia berjalan di atas bumi. Ia menyangka bahwa ia hidup padahal sesungguhnya ia tidak ada"
Di awal tulisan ini, patutlah kita mengucap Bismillahirrahmanirrahim. Guru saya, Ustadz Abdul Adhim selalu mengingatkan muridnya agar senantiasa mengawali sesuatu dengan menyebut Asma Allah. Sammillah! begitulah beliau mengingatkan kami jika kami lalai untuk senantiasa mengandalkan Allah...
Menjadi orang 'Alim atau orang yang berilmu tak akan luput dengan bimbingan Allah Swt. Lantas bagaimana mungkin ia mendapat bimbingan Allah jika ia saja melupakan Sang Pembimbing? Maka Bismillah di sini adalah wasilah atau kunci kita mendapatkan ridha dan bimbingan Allah karena kita senantisa mengingat dan mengandalkan-Nya.
berjuta pesan dan nasihat telah sampai kepada kita agar senantiasa menjadi orang yang pintar. Namun ada juga yang mengatakan bahwa percuma menjadi orang yang pintar kalau tidak bermanfaat bagi orang lain, lebih-lebih menyakiti sesama. Ya, pernyataan yang demikian memang ada kalanya benar. Namun jika boleh memilih maka menjadi orang yang berilmu serta bermanfaat bagi orang lain adalah pilihan yang tepat. Berbeda dengan orang bodoh tetapi bermanfaat bagi orang lain, ia bagaikan seorang budak, bermanfaat bagi yang lainnya namun dipandang sebelah mata.
Orang yang berilmu, lebih lebih yang mau mengamalkan ilmunya, ia seakan-akan hidup selamanya walau jasadnya telah disemayamkan. Ia akan tetap terkenang di mata dunia walau tubuhnya telah tiada. Khalid. Kekal keberadaannya walau manusia tak bisa memandangnya. Apa yang kekal? Tentunya keberadaan apa pun tentangnya. Ilmu dan yang telah ia tularkan dan ia amalkan. Ketika semasa hidupnya ia mengamalkan ilmu melalui akhlaknya yang mulia, transfer ilmu yang ia tularkan kepada sesama, karya-karyanya yang begitu bermanfaat bagi peradaban manusia, dan semua ini tentu bisa ia lakukan karena ia memiliki ilmu. Mari kita teladani bagaimana orang-orang hebat begitu hidup sepanjang masa. Misalnya, Nabi Muhammad Saw. Manusia paling 'alim, paling pintar, paling berilmu, paling andal mengamalkan ilmu, paling cerdas mentransfer dan menyebarkan ilmu,dan tentu paling mulia karena paling berilmu dan mengamalkan ilmu dari Sang Maha Pemberi ilmu.
Karena kemuliaan beliau hingga saat ini begitu harum namanya. Dicintai umatnya, diteladani akhlaqnya, dipetik ilmunya, dipuja dan dipuji segala yang melekat di dalam dirinya.
Belum lagi Imam Malik dengan karya besarnya Al Muwatta', Alfiyah Ibnu Malik dll. Kemuliaan ilmunya menghantarkannya hingga saat ini. Karya-karyanya dimanfaatkan oleh umat dunia, kaum muslimin mendoakannya, dan tentunya pahala akan terus mengalir kepadanya karena ilmunya yang benar-benar bermanfaat bagi insan semesta. Begitu harum namanya di mata dunia.
Menjadi orang 'Alim atau orang yang berilmu tak akan luput dengan bimbingan Allah Swt. Lantas bagaimana mungkin ia mendapat bimbingan Allah jika ia saja melupakan Sang Pembimbing? Maka Bismillah di sini adalah wasilah atau kunci kita mendapatkan ridha dan bimbingan Allah karena kita senantisa mengingat dan mengandalkan-Nya.
berjuta pesan dan nasihat telah sampai kepada kita agar senantiasa menjadi orang yang pintar. Namun ada juga yang mengatakan bahwa percuma menjadi orang yang pintar kalau tidak bermanfaat bagi orang lain, lebih-lebih menyakiti sesama. Ya, pernyataan yang demikian memang ada kalanya benar. Namun jika boleh memilih maka menjadi orang yang berilmu serta bermanfaat bagi orang lain adalah pilihan yang tepat. Berbeda dengan orang bodoh tetapi bermanfaat bagi orang lain, ia bagaikan seorang budak, bermanfaat bagi yang lainnya namun dipandang sebelah mata.
Orang yang berilmu, lebih lebih yang mau mengamalkan ilmunya, ia seakan-akan hidup selamanya walau jasadnya telah disemayamkan. Ia akan tetap terkenang di mata dunia walau tubuhnya telah tiada. Khalid. Kekal keberadaannya walau manusia tak bisa memandangnya. Apa yang kekal? Tentunya keberadaan apa pun tentangnya. Ilmu dan yang telah ia tularkan dan ia amalkan. Ketika semasa hidupnya ia mengamalkan ilmu melalui akhlaknya yang mulia, transfer ilmu yang ia tularkan kepada sesama, karya-karyanya yang begitu bermanfaat bagi peradaban manusia, dan semua ini tentu bisa ia lakukan karena ia memiliki ilmu. Mari kita teladani bagaimana orang-orang hebat begitu hidup sepanjang masa. Misalnya, Nabi Muhammad Saw. Manusia paling 'alim, paling pintar, paling berilmu, paling andal mengamalkan ilmu, paling cerdas mentransfer dan menyebarkan ilmu,dan tentu paling mulia karena paling berilmu dan mengamalkan ilmu dari Sang Maha Pemberi ilmu.
Karena kemuliaan beliau hingga saat ini begitu harum namanya. Dicintai umatnya, diteladani akhlaqnya, dipetik ilmunya, dipuja dan dipuji segala yang melekat di dalam dirinya.
Belum lagi Imam Malik dengan karya besarnya Al Muwatta', Alfiyah Ibnu Malik dll. Kemuliaan ilmunya menghantarkannya hingga saat ini. Karya-karyanya dimanfaatkan oleh umat dunia, kaum muslimin mendoakannya, dan tentunya pahala akan terus mengalir kepadanya karena ilmunya yang benar-benar bermanfaat bagi insan semesta. Begitu harum namanya di mata dunia.
Nabi Muhammad Saw benar-benar mengagungkan orang yang berilmu, sebagaimana sabdanya:
فضل العالم على العابد كفضلي على أدناكم -رواه البيهقي
"Keutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaanku atas kalian semua"
Lain lagi dengan orang yang bodoh. Mereka berjalan di atas bumi namun sebenarnya mereka tidak dianggap oleh yang lainnya karena tidak ada manfaat yang bisa dia ambil darinya.
Minggu, 07 September 2014
Senin, 22 Juli 2013
8:57:00 PM
Unknown
Manis sekali
Di lubang batu ini
Manis sekali
Nampak wajah yang terpancar di wajah manismu
Sungguh manis kulihat
Kuulamkan senyum untuk manisnya dirimu.
Di lembaran tirai ini
Manis sekali
Makin rasanya kututup mulut ini di belakang tirai ini
Agar hanya mata yang menikmati manisnya dirimu
Karena mata ini haus serpihan simpul manismu.
Manis
sekali
Walau
musim dingin menusuk padatan hidung hingga meleleh
Wangi
parfum manismu tetap tercium
Karena
hidung ini takkan mati menciumi harum manismu
Permadani cantik tak senyaman manismu
Hingga kuberalih ke karpet suci
Berwarna coklat nan manis…
Lalu aku terbang bersama manismu
Mengarungi udara manis yang kau sulap
Dan lautan manis yang kau suruh untuk duduk manis
Terima kasih manis
Manis, aku ingin kau berpatri
manis meski aku sudah tak manis lagi
Walau waktu dengan
kejam melantikmu menjadi tak manis lagi
Bagiku, kaulah yang
termanis. Selamanya, wahai Manis…
Nama : Shovi Maryam
TTL : Malang, 18 Januari
1997
Sekolah: MAN 3 Malang kelas XII
Hobi : Menanyi, membaca, menulis.
Suka menulis sejak SMA

Senin, 17 Juni 2013
8:37:00 PM
Unknown
Surabaya, 17 06 13
Tentang perasaan seorang wanita yang idaman lelaki.
Bolehlah aku sedikit percaya diri mengenai wanita yang
dikejar-kejar laki-laki. Semua wanita cantik, tak ada yang tampan. Sehingga wajarlah
bila lelaki terpikat olehnya.
Kalau seperti ini, sungguh tidak pantas jika aku mengatakan
bahwa aku adalah tercantik, lantas temanku jelek. Kenapa? Karena cantik itu relative
tergantung maunya orang seperti apa.
Inthilaqan dari topic di atas….
Nah, pada suatu hari, aku bertemu dengan seorang lelaki.
Ia terlihat alim, tak peduli wanita, hitam manis, tapi
berwibawa. Pintar berbahasa asing, dan dialah partnerku untuk kompetisi tingkat
Nasional.
Aku bangga memliki
partner seperti dia. Setelah kulalui perkenalanku dengannya setelah
berbulan-bulan walau jumlah pertemuan bisa dihitung dengan jari ternyata dia
sangat enak sekali diajak ngobrol. Baiiik banget. aku sadari dengan segala
kekuranganku dikompetisi ini yang cukup palsu untuk backgaroundku sebenarnya,
sesungguhnya aku tak terlalu memiliki kecakapan berbahasa asing, namun jika
disuruh berpidato aku bisa menggemparkan audiens, asal harus disiapkan
jauh-jauh sebelum hari.
Karena ini bahasa asing yang belum terlalu kukuasai, suatu
hari aku menemukan kejanggalan yang harus diubah. Satu minggu lagi kompetisi
dilaksanakan, tapii…
Satu dari hanya dua tema yang aku hafal tidak cocok dengan
ketentuan, What..? cukup shock jika melihat kemampuanku yang butuh
berminggu-minggu untuk berpidato secara lancar. Apalagi juklak mengatakan bahwa
akan diadakan pengundian judul dari kelima judul yang telah ditentukan panitia.
Menurut pendengaran biasa itu malah jauh lebih menyulitkan. Tapi, berhubung aku
pernah merasakan kejadian seperti tiga tahun yang lalu, tak perlulah aku harus ngoyo
seperti tiga tahun yang lalu, karena kenyataannya, saat final tidak ada
ketentuan lotre judul. Aku berharap kejadiannya akan seperti yang lalu. Atau paling
tidak banyak kompetitor-kompetitor dan para official yang protes jika
seperti itu.
Tapi, salah juga tindakanku ini, karena meremehkan dan tidak
mau berhati-hati. Bagaimana lagi, aku tidak
boleh ngeforsir otakku. Apalagi bisa dikategorikan hafalanku cukup susah
masuk otak. Cepet ilang, apalagi. Ya sudahlah, jalani saja apa yang ada. …
Kuputuskan jalan tawakkal kepada Allah, pasrah, karena tak
mungkin waktu kurang seminggu ini kujadikan persiapan kompetisi Nasional itu, karena
aku juga memiliki kompetisi lain di minggu ini.
MSQ, salah satu kemampuan berpidato dan menjelaskan isi
kandungan al-Quran dikombinasikan dengan qiroah ayat al-Quran dan puitisasi
terjemahan al-Quran. Cukup tak terlalu membebani pikiran, karena aku bertugas
sebagai seseorang yang harus berpuitis dalam menyampaikan terjemahan al-Quran
kepada audiens. Hanya butuh pemantapan. Memang sih, tidak seberat pensyarah
atau bagian yang menjelaskan, tapi tetap saja konsentrasiku bercabang jika
harus memikirkan kompetisi Nasional seminggu lagi.
Buat partner Nasionalku, makasih udah bantuin aku menggubah
naskahku yang nggak relevan dengan topik, makasih udah bantuin nerjemahin
kata-per kata yang tak kuketahui, makasih udah ngajarin pronounciation,
makasih lagi buat pendampingnya yang selalu mendukung aku juga walau beda
instansi, yang pasti kita satu hati membangun ukhuwah islami. Yang pasti aku
bangga punya partner sepinter kamu.
Thanks GoD, yang selalu menunjukkanku jalan yang yusri/gampang.
Kamis, 13 Juni 2013
7:11:00 PM
Unknown
Wot ever today,
Mendung menjemput kemewahan siang. Matahari menyingsingkan
ke barat menandakan waktu telah tiba. Beban mental ujian telah kujatuhkan ke
bawah tanah walau besok masih ada ujian 1 mata pelajaran saja. Kalam, pelajaran
yang diharapkan berpikir kritis mengenai perbedaan madzhab islam. Murid-murid
diharapkan bisa mendebat segala kesesatan.
What ever, yang pasti, aku selalu teringat pesan kak
Hanifansyah yang selalu terpampang di dinding sebelah ranjangku.
“aku rajin, aku penulis, dan aku pemenang” slogan itu
yang selalu menancap di benakku. Tak akan kusia-siakan slogan itu, karena ia,
kak Hanif rela memeriksa dan mengoreksi apapun yang aku tulis, karena dia juga
penulis, penerbit, editor, juru masak.
Keseokan harinya,
Jeng-jeng..kini aku sudah terbebas dari ujian sekolah. Saatnya
ngeblog apapun yang ada di otak.
Setelah ini pamitan ke kepala sekolah buat keberangakatanku
ke Surabaya dan Gorontalo.
Wah, asyik juga liburan kali ini. …
Semoga Allah memberikan keselematan dan kesuksesan, amiin…
doanya ya ,.. semoga diberi kelancaran dan mendapatkan yang terbaik / juara 1.AMIIN
Langganan:
Postingan (Atom)
RSS Feed
Twitter
